Senin, 26 Mei 2014

Rindu yang Hujan

Sudah sebulan ini menjadi sulit tidur. Menghabiskan berlembar lembar buku yang tertunda dibaca. Ketika habis halaman, ternyata sudah berganti hari.
Malam ini, lewat pukul 23.00, hujan turun begitu deras. Menjadi kabar baik bagi tumbuhan yang kepanasan tiga hari belakangan.
Pun aku.. yang menterjemahkan hujan sebagai puisi rindu paling indah... berintik ritmis dalam irama padu.. menggenangkan bulir kenangan mencumbu tanah sampai tak lagi sekedar basah..
Di hujan ini, Ibu... aku merindumu..

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar