Menyeduh namamu dalam secangkir doa pagi tadi..
menguapkan segala perih belakangan hari.
Harum tercium dalam ingatan, cinta yang kau tuang ke hatiku perlahan-lahan..
Matahari yang membakar sunyi merayap di dada langit sekali lagi,
dan aku masih diam disini.. menghitung kepul rindu,
berharap angin timur menerbangkannya hingga menyentuh sebelah pipimu..
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar