Sekeping puisi, kukirimkan pada berkas jingga di mata malam yang terjaga.
Fajar tiba-tiba saja menjelmakan dunia menjadi tampak luar biasa.
Seperti menemu bintang yang meluncur.. mengabulkan doa-doa.
Ini pangkal pagi.
Hujan tak benar-benar jatuh.. tak benar-benar pergi.
Seindah cinta yang ditaburkan ke dada sepi, masa petik buah terjadi di kedalaman hati..
..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar