Kamis, 13 Maret 2014

Double Dose Relaxant


Suatu siang di musim hujan, ketika langit tampak seperti ibu yang begitu saja melepaskan bayi bayi air berlompatan ke tanah yang kupijak.., darah menetes dari hidungku. Tak sebanyak hujan memang, tapi cukup membuatku harus berhenti sejenak dan mendapatkan sedikit suasana santai.

Ini sudah yang kesekian kali sejak dua kali tahun berganti. Sesuatu terjadi di dalam tubuhku.. Aku tahu bahwa aku mungkin terlalu banyak bermain-main dengan setitik kemungkinan di dalam sebelanga kemustahilan. Dari semua wajah yang ada, sebagian tetap menyimpan misterinya sendiri, yang selamanya akan tetap bisu..

Kuhabiskan secangkir cokelat panas lalu merebahkan kepala di atas sandaran kursi. Dan kunikmati tangan Tuhan yang membelai keningku..

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar