Sekitar lima minggu yang lalu aku pergi ke Jakarta. Di dalam perut kereta mahal bernama Gajayana. Delapan jam perjalanan malam aku rencanakan untuk menulis sehubungan dengan deadline naskah yang akan semakin mengerikan jika tidak segera dirampungkan. Tapi apalah arti sebuah rencana tanpa kekuatan hati yang cukup. Laptop hitamku tetap anteng dalam pelukan pemiliknya yang sedang berusaha keras untuk tidur.
Bangku sebelah diisi seorang wanita berumur sekitar 35 tahunan dan tak terlalu ramah. Err.. mungkin juga waktunya yang terlalu malam untuk berbicara sedikit lebih banyak dari sekedar basa basi "mau ke Jakarta ya mbak?"
Basa basi seringkali menjadi awal perbincangan yang menyenangkan. Tapi tidak kali ini. Aku tak berselera melanjutkan obrolan.
Perjalanan ke Jakarta dengan kursi kereta seharga kursi pesawat itu berlangsung membosankan. Kalau saja tak mengingat bahwa perjalanan via pesawat itu akan memakan lebih banyak biaya ( tentu saja karena taksi ke Jakarta mahal haha.. ), saya tentu lebih memilih ke Jakarta dengan pesawat. Bahkan pesawat paling pagi sekalipun.
Ah sudahlah. Perjalanan dengan kereta seringkali menjadi nyaman dan menyenangkan ketika kita tidak mensyaratkan terlalu banyak untuk sekedar menikmati. Rasanya tidak hanya perjalanan kereta, pun juga hidup ini. Menikmatinya adalah jalan satu-satunya untuk menjadi bahagia sepenuhnya.
Oke, malam ini lagi lagi jadi trainer.. train-ing aka nyepur selama 8 jam ke timur, ke sebuah kota yang konon katanya berhawa sejuk sejuk seksi..
:D
Bangku sebelah diisi seorang wanita berumur sekitar 35 tahunan dan tak terlalu ramah. Err.. mungkin juga waktunya yang terlalu malam untuk berbicara sedikit lebih banyak dari sekedar basa basi "mau ke Jakarta ya mbak?"
Basa basi seringkali menjadi awal perbincangan yang menyenangkan. Tapi tidak kali ini. Aku tak berselera melanjutkan obrolan.
Perjalanan ke Jakarta dengan kursi kereta seharga kursi pesawat itu berlangsung membosankan. Kalau saja tak mengingat bahwa perjalanan via pesawat itu akan memakan lebih banyak biaya ( tentu saja karena taksi ke Jakarta mahal haha.. ), saya tentu lebih memilih ke Jakarta dengan pesawat. Bahkan pesawat paling pagi sekalipun.
Ah sudahlah. Perjalanan dengan kereta seringkali menjadi nyaman dan menyenangkan ketika kita tidak mensyaratkan terlalu banyak untuk sekedar menikmati. Rasanya tidak hanya perjalanan kereta, pun juga hidup ini. Menikmatinya adalah jalan satu-satunya untuk menjadi bahagia sepenuhnya.
Oke, malam ini lagi lagi jadi trainer.. train-ing aka nyepur selama 8 jam ke timur, ke sebuah kota yang konon katanya berhawa sejuk sejuk seksi..
:D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar